Kesiapsiagaan Sekolah Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Studi Kasus di SMP Negeri 2 Cangkringan dan SMP Sunan Kalijogo Cangkringan Kabupaten Sleman

Kesiapsiagaan Sekolah Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Studi Kasus di SMP Negeri 2 Cangkringan dan SMP Sunan Kalijogo Cangkringan Kabupaten Sleman
复制标题

Kesiapsiagaan Sekolah Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Studi Kasus di SMP Negeri 2 Cangkringan 和 SMP Sunan Kalijogo Cangkringan Kabupaten Sleman

DOI:
10.24002/konstelasi.v1i1.4310
复制
发表时间:
2021
期刊:
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi
影响因子:
--
通讯作者:
Yohana Noradika Maharani
Yohana Noradika Maharani
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
Ficky Adi Kurniawan;Johan Danu Prasetya;Yohana Noradika Maharani

文献摘要

被引文献

相似文献

这一计划的目的是,在本卡纳省(KRB)第三次选举中,将本卡纳教育委员会(SPAB)和本卡纳教育委员会(SPAB)在默拉皮火山爆发后的第二次选举中的第三次选举中的第三次选举合并为一次选举。这一点是通过数据质量方法得出的,这些数据来自12名来自第二届全国和第三届全国SMP大会的14名被调查者的观察和记录,他们是在第七、第八和第九届全国SMP大会上整合材料的专家。BPBD和Dinas Kabupaten斯莱曼的教育工作者提供的信息。科学家们指出,五项参数是衡量医疗卫生、医疗保险和资源动员系统的关键。第二届全国选举委员会会议的信息有助于提高大多数人对选举结果的认识,并根据89.74岁以上的人提出的标准进行观察,而第三届全国选举委员会会议的信息则无法提高选举结果的认识,并根据58.97岁以上的人提出的标准进行观察。这是SMP第二届国家会议的结果,也是1965年以来,SMP第二届会议对本课程教育委员会(SPAB)的影响最大的一次会议。
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapsiagaan serta mengetahui perbedaan dua Sekolah Menengah Pertama yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yaitu SMP Negeri 2 Cangkringan yang sudah masuk kedalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan SMP Sunan Kalijogo Cangkringan yang belum masuk kedalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan subjek berjumlah 14 orang yang terdiri dari 12 informan kunci dari pihak sekolah SMP Negeri 2 Cangkringan dan SMP Sunan Kalijogo Cangkringan yaitu kepala sekolah, guru yang mengintegrasikan materi kebencanaan dalam mata pelajaran, pembina ekstrakurikuler pramuka/PMR dan perwakilan siswa kelas VII, VIII dan IX. Sedangkan informan pendukung dilakukan kepada pihak BPBD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 5 parameter yang digunakan dalam menilai kesiapsiagaan yakni pengetahuan dan sikap, kebijakan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini dan mobilisasi sumber daya. Diketahui informan di SMP Negeri 2 Cangkringan mampu untuk menjawab mayoritas pertanyaan yang diajukan peneliti dan dari hasil observasi diketahui presentase berada pada kriteria sangat siap dengan skor 89,74 sedangkan informan SMP Sunan Kalijogo Cangkringan ada yang tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan peneliti dan hasil observasi menunjukkan kriteria hampir siap dengan skor 58,97. Hal ini karena SMP Negeri 2 Cangkringan sudah menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan memiliki rencana kontijensi serta sarana prasarana yang mendukung kegiatan pengurangan risiko bencana di sekolah sedangkan SMP Sunan Kalijogo Cangkringan belum masuk kedalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) padahal sekolah sudah berdiri sejak tahun 1965.