Fungsi Performatif dan Informatif Living Hadis dalam Perspektif Sosiologi Reflektif

Fungsi Performatif dan Informatif Living Hadis dalam Perspektif Sosiologi Reflektif
复制标题

功能表演和信息生活哈迪斯达拉姆透视社会学反思

DOI:
10.14421/livinghadis.2017.1328
复制
发表时间:
2018
期刊:
影响因子:
--
通讯作者:
Subkhani Kusuma Dewi
Subkhani Kusuma Dewi
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
Subkhani Kusuma Dewi

文献摘要

被引文献

相似文献

研究《古兰经》和圣训中的社会实践,是对社会实践的尊重,也是对实践中的道德规范和道德标准的理解。我们的教育包括教育、教育、教育和教育。(Iser Rafiq,2014)Tulisan inis mfokuskan pada dua bentuk fungsi resepsi fungsional,yakni fungsi informatif and performatif.科学家们将对社会科学领域的研究成果所引发的对人类社会发展的反思进行分析(Bourdieu,2007)。如果说在研究生活质量方面的社会发展经验,那么这一计划将有助于改善印度尼西亚的生活质量。从根本上说,这两种观点都是对生活中的教育、教育、知识、知识和行为的解释,而这些都是对社会进步的解释,这两种观点都是对哈贝马斯的解释,而对教育的解释是对实践的反思。社会福利研究的成果反映了科学技术的进步。因此,通过观察当地民众的行为,这一行为可以代表民众的身份或现实。
Studi sosial atas praktik beragama yang berazaskan al Quran dan Hadis memanfaatkan teori resepsi sosial, yaitu hasil pembacaan terhadap teks yang terjelma dalam bentuk penafsiran tertentu dan dilembagakan ke dalam praktik beragama. Teori resepsi membedakan antara tiga bentuk, resepsi eksegesis, resepsi aestetik dan resepsi fungsional. (Iser dalam Rafiq, 2014) Tulisan ini memfokuskan pada dua bentuk fungsi resepsi fungsional, yakni fungsi informative dan performatif. Keduanya akan dianalisa menggunakan gagasan refleksifitas yang menguji keterlibatan antara subyek penelitian dengan peneliti berdasarkan pada cara pandang sosiologi (Bourdieu, 2007). Sebagai bagian dari upaya pengembangan teori sosial untuk kajian studi living hadis, maka tulisan ini akan memanfaatkan berbagai penelitian living hadis di Indonesia terkini. Sebagai kesimpulan, tulisan ini menunjukkan dua bukti penting dalam berbagai penelitian living hadis, pertama, bahwa kedua fungsi, yakni informative dan performative termasuk ke dalam keilmuan sosial-kritis menurut Habermas, dimana dalam penelitian baik peneliti maupun subyek penelitian melakukan refleksi terhadap praktik yang ada. Refleksifitas merupakan fungsi antara penelitian yang bersifat obyektif (studi sosial kuantitatif) dengan kajian subyektif (kajian tekstual/tafsir). Kedua, berdasarkan obyek penelitian yang bersifat lokal kebudayaan/kelompok masyarakat tertentu, maka penelitian ini merupakan bagian dari representasi atas identitas kelompok atau praktik budaya tertentu.