Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi COVID-19 di Sekolah Dasar

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi COVID-19 di Sekolah Dasar
复制标题

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi COVID-19 di Sekolah Dasar

DOI:
10.31004/basicedu.v5i2.800
复制
发表时间:
2021
期刊:
影响因子:
--
通讯作者:
Achmad Maulidi
Achmad Maulidi
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
Siti Khomsiyatul Mamluah;Achmad Maulidi

文献摘要

被引文献

相似文献

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa kelas 1 dan 2 di blto 1 Sumenep, Madura。Dengan fokus penelitian pertama, untuk mengetahui apa kebijakan yang dibuat olah dalam melaksanakan PJJ, yang kedua untuk mengetahui bagaimana kondisi guru ketika menghadapi PJJ, dan yang ketiga, untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh sekolah ketika PJJ。方法penelitian Yang digunakan adalah方法penelitian quality ititf dengan jenis penelitian study kasus,方法penelian number data Yang diperoleh dari kepala sekolah, guru Dan orang tua peserta didik。在此基础上,建立了一套完整的观测系统。分析数据melipupuan数据,reduksi数据,penyajian数据和penarikan kespulan数据,selanjutya数据-数据简洁但dilakukan三角。在此之前,我曾说过:“我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国,我的祖国。”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa kelas 1 dan 2 di SDN Bluto 1 Sumenep, Madura. Dengan fokus penelitian pertama, untuk mengetahui apa kebijakan yang dibuat oleh sekolah dalam melaksanakan PJJ, yang kedua untuk mengetahui bagaimana kondisi guru ketika menghadapi PJJ, dan yang ketiga, untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh sekolah ketika PJJ. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dengan sumber data yang diperoleh dari kepala sekolah, guru dan orang tua peserta didik. Tekhnik pengumpulan datanya menggunakan observasi non pastisipan, dokumentasi dan wawancara. Analasis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya data-data tersebut dilakukan triangulasi. Temuan dalam penelitian ini adalah sekolah tidak membuat turunan kebijakan berupa aturan tehnis dalam pelaksanaan PJJ, guru belum siap dalam pelaksanaan PJJ akhirnya pembelajaran tidak berjalan dengan optimal, dan banyak sekali kendala yang dihadapi sekolah dan harus dievalusi.