ASUPAN TINGGI LEMAK DAN AKTIVITAS OLAHRAGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL

ASUPAN TINGGI LEMAK DAN AKTIVITAS OLAHRAGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL
复制标题

ASUPAN TINGGI LEMAK DAN AKTIVITAS OLAHRAGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL

DOI:
10.14710/jnc.v1i1.413
复制
发表时间:
2012
期刊:
Journal of Nutrition College
影响因子:
--
通讯作者:
M. Sulchan
M. Sulchan
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
Martalina Tri Kapriana;M. Sulchan

文献摘要

被引文献

相似文献

Latar Belakang: Hipertensi to besitas menjadi masalah kesehatan di berbagai negara dan dikaitkan dengan an asupan tinggi lemak dan kurangnya aktivitas olahraga。肥胖是指高血压、胰岛素抵抗、阳痿、糖尿病和肥胖。Tujuan: Menganalisis asupan丁宜受困laksa丹aktivitas fisik sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi obesitas篇remaja awal。方法:采用Subyek penelitian病例对照法,在三宝朗进行40例病例对照,在三宝朗进行40例病例对照,在三宝朗进行40例病例对照,在三宝朗进行40例病例对照。肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖、肥胖。一种半定量的全差分差分算法。我爱你,我爱你,我爱你,我爱你。Hasil:普适性肥胖和高血压患病率为7.5%。双变量menunjukkan分析(p=0.002; OR=4,3; CI=1,696-11,069)。Sedangkan aktivitas olahraga yang rendah memiliki hubungan bermakna dengan kejadias高血压肥胖(p= 0,0,12; OR=3,31)。猿类:Asupan tinggi lemak berisiko 4, 3 kali meningkatkan kejadian hypertensionsi obesitas pada remaja awal。[j] .中国农业大学学报(自然科学版)3,31。
Latar Belakang : Hipertensi o besitas menjadi masalah kesehatan di berbagai negara dan dikaitkan dengan asupan tinggi lemak dan kurangnya aktivitas olahraga. Obesitas dapat menyebabkan hipertensi, melalui resistensi insulin, yang dikenal dengan hipertensi obesitas. Tujuan : Menganalisis asupan tinggi lemak dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi obesitas pada remaja awal. Metode : Subyek penelitian case control ini terdiri dari 40 remaja awal dengan hipertensi obesitas sebagai kasus, dan 40 remaja awal yang tidak hipertensi obesitas sebagai kontrol dengan padanan usia dan jenis kelamin di 3 SMP di Semarang. Penentuan obesitas dengan nilai persentil BMI sedangkan penentuan hipertensi menggunakan persentil tekanan darah. Asupan lemak total diperoleh dengan wawancara menggunakan FFQ semi kuantitatif. Aktivitas olahraga diperoleh dari kuesioner aktivitas olahraga. Hasil : Prevalensi hipertensi obesitas pada penelitian ini 7,5%. Analisis bivariat menunjukkan asupan tinggi lemak merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi obesitas (p=0.002: OR=4,3: CI=1,696-11,069) . Sedangkan aktivitas olahraga yang rendah memiliki hubungan bermakna dengan kejadian hipertensi obesitas (p=0,0 12: OR=3,31 ). Simpulan : Asupan tinggi lemak berisiko 4, 3 kali meningkatkan kejadian hipertensi obesitas pada remaja awal. Inaktivitas olahraga berisiko 3,31 kali meningkatkan kejadian hipertensi obesitas pada remaja awal.