PRECARIOUSNESS PADA CREATIVE LABOUR DI INDUSTRI FILM INDONESIA
PRECARIOUSNESS PADA CREATIVE LABOUR DI INDUSTRI FILM INDONESIA
复制标题
不稳定 PADA 印度尼西亚工业电影创意工坊
DOI:
10.31937/ultimart.v13i2.1843
复制
发表时间:
2020
期刊:
影响因子:
--
通讯作者:
Ricardi S. Adnan
中科院分区:
文献类型:
--
作者:
Agus Mediarta;Ricardi S. Adnan
Dalam sistem produksi di industri film, mayoritas pekerjanya memiliki karakteristik umum berstatus pekerja lepas, bekerja dengan waktu fleksibel, berbasis proyek jangka pendek, dan tanpa kepastian jaminan kerja (job insecurity) dan sosial (social benefit and security). Area produksi merupakan pusat keberadaan industri film—seperti halnya industri-industri di lingkup seni-budaya atau yang kini populer dengan istilah industri kreatif—yang setiap produknya (judul film) bersifat unik. Tidak ada dua judul film dengan hasil dan cara produksi yang sama atau identik. Hal yang membuat aktivitas dan modal utama produksi film sangat bertumpu pada creative labour. Karakteristik kerja dalam produksi film yang bersifat casual, cair (relasi dalam organisasi cenderung tidak kaku, birokratis, dan formal), dan dengan pendekatan project-based, dari sudut pandang industri merupakan bentuk antisipasi atas tingginya ketidakpastian dan resiko bisnis film. Pada creative labour, hal itu menghasilkan kondisi precariousness (ketidakpastian/uncertainty, ketidakamanan kelangsungan kerja/job insecurity, lemahnya jaminan dan keuntungan sosial yang umum terkait aktivitas kerja). Kajian ini merupakan identifikasi bentuk-bentuk precariousness di sektor produksi film dengan pendekatan kualitatif atas pemaknaan pengalaman creative labour yang masih aktif dan telah berada di industri film Indonesia lebih dari lima belas tahun. Pemaknaan atas kondisi precariousness merupakan hasil dari proses interaksi dengan struktur kerja di industri film, baik dalam moda produksi komersial maupun mandiri atau non-profit oriented. Pada kedua moda tersebut, tidak banyak menunjukkan perbedaan pemaknaan yang membuat creative labour bertahan di industri film.