Pembebanan Pembuktian Terbalik dan Tantangannya

Pembebanan Pembuktian Terbalik dan Tantangannya
复制标题

彭贝巴南·彭布克蒂安·特巴利克·坦坦加尼亚

DOI:
--
复制
发表时间:
2012
期刊:
--
影响因子:
--
通讯作者:
S. W. Eddyono
S. W. Eddyono
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
S. W. Eddyono

文献摘要

被引文献

相似文献

事实上,证据的收集也是一个过程,对这些人进行的抽样调查可以让他们迅速获得足够的证据。而这一点的答案是证据责任(Reflection of proof burden)。在实践中,这类决策者往往能够从实践中获得更好的理论依据。事实上,无罪推定是一个国际性的错误,也是KUHAP和印度尼西亚决策系统中的一个错误。但在印度尼西亚,人们通常认为,这是一种合理的方法,因为它可以根据平衡概率(Balanced Probability)来确定分配比例, 原则)。关键:系统管理,系统内部管理
Salah satu penyebab sulitnya pemberantasan korupsi adalah sulitnya pembuktian, karena di samping para pelaku tindak pidana ini melakukan kejahatannya dengan sangat rapi mereka juga pintar untuk menyembunyikan bukti-bukti kejahatannya.Untuk memecahkan masalah tersebut, salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui pengaturan pembuktian terbalik (Reversal burden of  proof) terhadap perkara-perkara korupsi. Dalam praktik, penerapan pembuktian terbalik ini secara murni banyak mendapat tantangan baik dari segi teoritis maupun praktis. Salah satunya adalah bertentangan dengan asas presumption of innocent  atau praduga tak bersalah yang telah diakui secara internasional dan diatur pula dalam KUHAP dan ketidaksesuaian dengan sistem pembuktian yang dianut di Indonesia. Namun demi tegaknya hukum di Indonesia dan sesuai dengan tujuan hukum untuk mencapai kebahagiaan bagi masyarakat banyak, maka hal tersebut diterapkan terhadap perkara tindak pidana korupsi secara proporsional dengan menerapkan beban pembuktian secara seimbang (Balanced probability   of principles). Kata kunci:sistem pembuktian, beban pembuktian terbalik, beban pembuktian seimbang, aset kejahatan, gratifikasi, suap, korupsi