KELESTARIAN LINGKUNGAN HUTAN BERBASIS ECOLOGICAL CITIZENSHIP DI DESA SUMBERJO KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN

KELESTARIAN LINGKUNGAN HUTAN BERBASIS ECOLOGICAL CITIZENSHIP DI DESA SUMBERJO KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN
复制标题

KELESTARIAN LINGKUNGAN HUTAN BERBASIS 生态公民 DI DESA SUMBERJO KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN

DOI:
10.26740/kmkn.v10n1.p79-98
复制
发表时间:
2021
期刊:
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
影响因子:
--
通讯作者:
I. Suwanda
I. Suwanda
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
Heny Kurniasari;I. Suwanda

文献摘要

被引文献

相似文献

这一计划旨在改善德萨·苏姆伯约·瓦当·卡布帕坦·图班的健康状况。这一研究由Robert Barker和Alan Wicker提出。这一点从教育数据中可以看出,教育质量与教育研究的质量密切相关。在有目的的抽样调查中,这些调查中的信息包括:德萨松伯约的LMDH或Perhutani、Kepala德萨松伯约、Perangkat德萨松伯约和Warga德萨松伯约。数据收集技术需要观察、分析和记录。这一研究的成果表明,德萨森林的生态系统是有益的,因为人类的生存和发展受到威胁。政府德萨的支持者们在解决气候变化问题时,不仅鼓励气候变化国家,也鼓励它们在德萨地区建立生态公民权。这也导致了民众对环境的担忧和对政府和德萨的佩鲁姆的担忧,因为他们无法为环境提供足够的援助,而环境的保护和环境的改善是人类面临危险时所面临的挑战和挑战。这一点可以解释为德萨森林的生态公民权是多么美好。 Kata Kunci:Kelestarian Lingkungan Hutan,生态公民
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelestarian lingkungan hutan di desa Sumberjo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan teori behavior-setting (setting perilaku) yang dipelopori oleh Robert Barker dan Alan Wicker. Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik dalam penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, adapun informan dalam penelitian ini adalah : Ketua LMDH atau Perhutani di desa Sumberjo, Kepala desa Sumberjo, perangkat desa Sumberjo dan warga desa Sumberjo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelestarian lingkungan hutan di desa Sumberjo belum berjalan dengan baik, dilihat dari adanya kerusakaan alam dan bencana alam akibat perilaku manusia. Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah desa bersama Perhutani dalam mengatasi permasalahan alam serta menciptakan warga negara yang sadar lingkungan atau disebut dengan ecological citizenship di desa Sumberjo belum berjalan. Hal tersebut disebabkan karena pemahaman masyarakat terkait kelestarian lingkungan masih kurang dan didukung kurangnya ketegasan dari pemerintah desa dan Perum Perhutani dalam menerapkan sanksi yang tegas bagi warga yang tidak mengikuti program-program ataupun kegiatan yang diselengarakan oleh pihak terkait dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga permasalahan alam dan bencana alam yang disebabkan oleh perilaku manusia masih terjadi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kewarganegaraan ecological citizenship di desa Sumberjo belum berjalan. Kata Kunci: kelestarian lingkungan hutan, ecological citizenship