Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman dan Foster pada Perusahaan Textile dan Garment Go-Public di Bursa Efek Indonesia
Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman dan Foster pada Perusahaan Textile dan Garment Go-Public di Bursa Efek Indonesia
复制标题
Analisis Tingkat Kebangkrutan 模型 Altman 和 Foster pada Perusahaan 纺织和服装 Go-Public di Bursa Efek Indonesia
DOI:
--
复制
发表时间:
2010
期刊:
影响因子:
--
通讯作者:
Saputra Anton
中科院分区:
文献类型:
--
作者:
Saputra Anton
Tujuan penelitian untuk mengetahui bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk memprediksi tingkat
kebangkrutan dengan Model Altman dan Foster, dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat
kebangkrutan Model Altman dan Foster pada perusah aan textile dan garment.
Objek penelitian adalah tingkat kebangkrutan perusahaan textile dan garment go-public di BEI tahun 2005-
2007. Subjek penelitian adalah laporan keuangan perusahaan textile dan garment go-public di BEI tahun 2005-
2007 sebanyak 14 perusahaan. Sumber data penelitian adalah dari catatan yang dipublikasikan di BEI. Metode
analisis data menggunakan analisis Z-Score Altman dan Z-Score Foster, pengujian hipotesis menggunakan
paired sample t test.
Hasil penelitian model Altman model Altman menunjukkan 57% atau 8 perusahaan kategori bangkrut
pada tahun 2005,2006 dan 2007. Sedangkan yang masuk kategori rawan bangkrut sebanyak 36% atau 5
perusahaan pada tahun 2005,2006 dan 2007. Perusahaan yang masuk dalam kategori tidak bangkrut pada
tahun 2005 sampai dengan 2007 adalah sebanyak 7,14% atau satu perusahaan saja.
Model Foster menunjukkan 64,29% atau 9 perusahaan kategori bangkrut pada tahun 2005, 50% atau 7
perusahaan pada tahun 2006 dan 2007. Sedangkan yang masuk kategori tidak bangkut sebanyak 35,71% atau
5 perusahaan pada tahun 2005,50% atau 7 perusahaan pada tahun 2006 dan 2007.
Kesimpulannya bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk mengukur tingkat kebangkrutan
menggunakan Model Altman dan Foster. Tidak terjadi perbedaan secara statistik antara hasil analisis
menggunakan model Altman dengan Foster pada tahun penelitian 2005 sampai dengan tahun 2007, namun
hanya saja terdapat perbedaan akurasi prediksi diantara keua model ini. Secara rata-rata. model Foster
memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dari pada model Foster selama tiga tahun penelitian.