Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009

Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009
复制标题

Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009

DOI:
10.14238/sp14.4.2012.230-4
复制
发表时间:
2016
影响因子:
--
通讯作者:
Amril A. Burhany
Amril A. Burhany
中科院分区:
计算机科学4区
文献类型:
--
作者:
Attila Dewanti;J. A. Widjaja;Anna Tjandrajani;Amril A. Burhany

文献摘要

被引文献

相似文献

拉塔贝拉康。 Keterlambatan berbicara dan berbahasa adalah masalah yang cukup umum pada anakanak usia 2-5 tahun。正常人群的患病率和患病率 1%-32%,是诊断的主要因素。患有精神障碍、精神障碍、语言障碍、自闭症、自闭症、失聪症和脑瘫等。港管局将允许您使用双语。图娟。 Menetahui karakteristik keterlambatan bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang (KKTB) RSAB Harapan Kita,雅加达。方法。 Desain penelitian deskriptif Retrospektif dari rekam medik pasien baru berusia 1-5 tahun yang datang ke KKTK RSAB Harapan Kita pada Januari 2008 sampai dengan 2009 年 12 月。Hasil。 Terdapat 260 pasien baru dengan keterlambatan bicara di KKTK RSAB Harapan Kita, 116 (44,6%) anak dengan 诊断发育性语言障碍。 Dijumpai 69,6% kasus,诊断 ditegakkan pada usia antara 13-36 bulan,dan lebih banyak anak laki laki 185 (71,2%) anak。 Latar belakang pendidikan ibu pasien 65.8% berpendidikan tinggi。凯斯普兰。 Keterlambatan bicara di KKTK sebagian besar adalah 发育性语言障碍。 Ibu pasien membawa ke KKTK pada usia dini sehingga dapat ditindaklanjuti dan diterapi lebih cepat sehingga mendapat luaran yang lebih baik。
Latar belakang. Keterlambatan berbicara dan berbahasa adalah masalah yang cukup umum pada anakanak usia 2-5 tahun. Prevalensi dari keterlambatan berbicara dan berbahasa bervariasi antara 1%-32% pada populasi normal, dipengaruhi berbagai faktor dan menurut metode yang digunakan untuk mendiagnosis. Keterlambatan dalam gangguan perkembangan berbicara dapat merupakan gejala dari berbagai penyakit, seperti keterbelakangan mental, gangguan pendengaran, gangguan bahasa ekspresif, autisme, selektif mutisme, afasia reseptif dan cerebral palsy, dan penyakit lainnya. Gangguan berbicara mungkin sekunder karena keterlambatan perkembangan atau disebabkan bilingualisme. Tujuan. Mengetahui karakteristik keterlambatan bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang (KKTB) RSAB Harapan Kita, Jakarta. Metode. Desain penelitian deskriptif retrospektif dari rekam medik pasien baru berusia 1-5 tahun yang datang ke KKTK RSAB Harapan Kita pada Januari 2008 sampai dengan Desember 2009. Hasil. Terdapat 260 pasien baru dengan keterlambatan bicara di KKTK RSAB Harapan Kita, 116 (44,6%) anak dengan diagnosis developmental dysphasia. Dijumpai 69,6% kasus, diagnosis ditegakkan pada usia antara 13-36 bulan, dan lebih banyak anak laki laki 185 (71,2%) anak. Latar belakang pendidikan ibu pasien 65,8% berpendidikan tinggi. Kesimpulan. Keterlambatan bicara di KKTK sebagian besar adalah developmental dysphasia. Ibu pasien membawa ke KKTK pada usia dini sehingga dapat ditindaklanjuti dan diterapi lebih cepat sehingga mendapat luaran yang lebih baik.