Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir
Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir
复制标题
古兰经和塔夫西尔方法
DOI:
--
复制
发表时间:
2017
期刊:
影响因子:
--
通讯作者:
Abdul Mustaqim
中科院分区:
文献类型:
--
作者:
Abdul Mustaqim
Buku yang ada di tangan Anda adalah hasil
pengalaman riset dan mengajar matakuliah metode
penelitian al-Qur’an dan tafsir, selama kurang lebih
lima tahun. Setelah penulis merenungkan cukup lama
dan mencoba mengendapkan berbagai ide dan gagasan
pemikiran terkait dengan riset al-Qur’an dan tafsir, penulis
merasa perlu untuk menuliskannya dalam sebuah buku teks
atau buku daras. Sebab, memang tidak banyak – untuk tidak
menyebut tidak ada--buku yang secara khusus membincang
metodologi penelitian al-Qur’an dan tafsir. Apalagi dalam
buku ini penulis mencoba melengkapi pembahasan
dalam setiap model penelitian dengan contoh kasus riset
dan contoh proposalnya, sehingga memudahkan bagi
para mahasiswa untuk mencoba mengikuti model-model
tersebut.
Secara garis besar buku ini mencoba menjelaskan
tentang bagaimana mestinya para mahasiswa, baik S1, S2,
maupun S3 dan juga para dosen memiliki gairah untuk melakukan riset, dalam rangka mengkonstruksi dan
mengembangkan ilmu pengetahuan. Sebab hanya dengan
mengembangkan tradisi dan budaya riset, ilmu pengetahuan
akan terus mengalami dinamika signifikan. Sisi lain, tugas
dan tanggung jawab ilmuan, mahasiswa, dosen dan para
akademisi bukan sekedar menghafal pengetahuan yang
sudah ada, akan tetapi terus melakukan “jihad kreatif”
untuk mengembangkan budaya intelektual-akademik demi
kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan. Terlebih kalau
kita menyadari bahwa al-Qur’an dan Tafsir dalam ruangruang
sosial terus mengalami gerak yang sangat dinamis.
Oleh sebab itu, membiarkan al-Qur’an dan Tafsir dalam
“kebekuan”, di tengah-tengah tantangan dinamika sosial
keagamaan masyarakat kontemporer sama halnya dengan
“mengkufuri” nikmat Allah Swt.
Untuk itu, bagi para dosen mahasiswa dan pecinta
ilmu, semangat mengkaji dan meriset al-Qur’an dan
produk-produk tafsir menjadi sebuah keniscyaan. Sebab
kehadiran al-Qur’an dan seluruh gagasan tentang tafsir juga
merupakan produk dan proses dialektika teks dan realitas.
Jangan sampai al-Qur’an dan juga tafsir yang sedemikian
kaya ide dan gagasan di dalamnya, dicampakkan begitu
saja tanpa dipelajari dan teliti untuk dikembangkan dan
diaktualisasikan, seiring dengan dinamika tantangan dan
perubahan sosial.
Dalam buku ini mencoba memetakan model-model
penelitian al-Qur’an dan tafsir menjadi lima model. Pertama,
penelitian tematik (dirâsat al-mawdlu’iyyah) yang tekanannya
pada topik atau tema dan isu yang ada dalam al-Qur’an. Kedua,
penelitian tokoh (dirâsat fi rijâl al-mufassirin wal musytasyriqin),
yang tekanannya pada pemikiran tokoh mufassir, baik dari sarjana muslim maupun orientalis, baik bersifat individual
maupun kolektif. Ketiga, penelitian Living Qur’an (dirâsat fi
al-Qur’ân al-hayy), yang fokusnya pada bagaimana praktik
masyarakat berinteraksi dengan al-Qur’an, apa maknanya
dan bagaimana relasi antara teks ayat al-Qur’an dengan
praktik sosial di masyarakat. Sebab di situlah perbedaan
penelitian living Qur’an dengan penelitian sosial keagamaan
secara umum. Keempat, penelitian makhtuthât melalui
pendekatan filologi (baca: Tahqiq al-Kutub/Makhtuthât), yang
fokusnya pada kajian manuskrip, teks-teks masa lalu yang
belum dipublikasikan. Misalnya, makhtuthât tafsir karya
Kyai Shaleh Darat al-Samarani, yang berjudul Faidl al-Rahmân
min Tarjamati Kalâm Malik al-Dayyân, sebuah karya kitab tafsir
berbahasa Jawa yang pertama kali atas permintaan R.A
Kartini. Tafsir ini bernuasa sufistik dan juga mengandung
elemen kultur Jawa. Sehingga sebagai produk tafsir lokal,
ia tentu sangat layak untuk diriset. Kelima, Penelitian
komparatif (Dirâsat muqâranah), yang fokusnya pada kajian
membandingkan antara satu tokoh dengan tokoh lain, atau
satu kawasan dengan kawasan yang lain.