Karakteristik dan Persepsi Wisatawan Mancanegara di Kawasan Sanur dan Canggu, Bali

Karakteristik dan Persepsi Wisatawan Mancanegara di Kawasan Sanur dan Canggu, Bali
复制标题

巴厘岛卡瓦桑沙努尔和坎古的卡拉克特斯蒂克和佩尔塞西维萨塔万曼卡内加拉

DOI:
10.22146/jpt.43178
复制
发表时间:
2018
影响因子:
--
通讯作者:
K. R. Tunjungsari
K. R. Tunjungsari
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
K. R. Tunjungsari

文献摘要

被引文献

相似文献

1992年12月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日- 1月1日巴厘岛排灯节,1974年,巴厘岛排灯节,巴厘岛排灯节。Kegiatan pariwisata yang dilaksanakan oleh wisatawan mancanegara ketika i sebagian besar menikmati suguhan budaya dari masyarakat local, perti taritarian, pembuatan patung, keindahan alam yang asri, serta kehidupan masyarakat local。Perkembangan kegiatan pariwisata di Bali tidak dapat dihindari seingan majunya technology。2000年12月1日,马来西亚政府宣布,将开始实施一项计划,该计划将于2020年12月1日生效,并将于2020年9月1日生效。Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalis karakteristik wisatawan mancanegara yang mengunjuni daerah pantai di Bali, khususnya di kawasan pantai Sanur dan kawasan仓古。梅德扬迪古那坎阿达拉,登干门耶巴坎,克帕达维纳坎,克帕达维纳坎,克帕达维纳坎,克帕达维纳坎,克帕达维纳坎,克帕达维纳坎,克帕达维纳坎随机抽样。方法分析杨迪达那坎与孟古那坎的关系,描述了杨迪达那坎与孟古那坎的关系。孟古那坎分析sederhana didapatkan bahwa sebagian wisatawan masih berada dalam usia产品18-35 tahun danyang, dalah masih banyak wisatawan yang tinggal di daerah tersebut baru pertama kali mengunjungi Bali。kadua kawasan pantai tersebut memiliki karakteristik yang berbeda kakaasan Sanur meman merupakan kawasan pariwisata sejak awal sejarah pariwisata di Bali, sedangkan kawasan anggu merupakan kawasan pariwisata yang baru sejak tahun 2000和dikenal wisatawa。sehinga terdapat perbedaa和hasil di beberapa karakteristik,单独的asasal negara和tipe akomodasi tempting gal wisatan tersebut。日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本,日本。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。
Kegiatan pariwisata di Bali sudah dimulai sejak awal tahun 1920-an dan kemudian pariwisata akhirnya dijadikan salah satu solusi untuk memperbaiki kondisi keuangan setelah kemerdekaan. Diawali pada pembukaan bandara internasional Ngurah Rai di Bali, tahun 1974 pemerintah mencanangkan formula kepariwisataan di Bali yang berbasis pariwisata budaya. Kegiatan pariwisata yang dilaksanakan oleh wisatawan mancanegara ketika itu sebagian besar menikmati suguhan budaya dari masyarakat lokal, seperti tari-tarian, pembuatan patung, keindahan alam yang asri, serta kehidupan masyarakat lokal. Perkembangan kegiatan pariwisata di Bali tidak dapat dihindari seiring dengan majunya teknologi. Memasuki tahun 2000-an, kegiatan wisatawan mancanegara pun berubah, begitu pula juga karakteristik dari wisatawan tersebut dengan semakin cepatnya perkembangan informasi yang ada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik wisatawan mancanegara yang mengunjungi daerah pantai di Bali, khususnya di kawasan pantai Sanur dan kawasan Canggu. Metode yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada wisatawan yang ada di kawasan pantai tersebut dengan menggunakan random purposive sampling kepada wisatawan mancanegara. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan deskriptif kualitatif untuk memaparkan hasil penelitian yang didapatkan. Menggunakan analisis sederhana didapatkan bahwa sebagian wisatawan masih berada dalam usia produktif 18-35 tahun dan yang unik adalah masih banyak wisatawan yang tinggal di daerah tersebut baru pertama kali mengunjungi Bali. Kedua kawasan pantai tersebut memiliki karakteristik yang berbeda karena kawasan Sanur memang merupakan kawasan pariwisata sejak awal sejarah pariwisata di Bali, sedangkan kawasan Canggu merupakan kawasan pariwisata yang baru sejak tahun 2000-an dikenal wisatawan. Sehingga terdapat perbedaan hasil di beberapa karakteristik, seperti asal negara dan tipe akomodasi tempat tinggal wisatawan tersebut. Menariknya, transportasi menggunakan sepeda motor menjadi pilihan bagi sebagian besar wisatawan di kawasan wisata tersebut. Persepsi wisatawan tentang Bali sudah baik dengan budaya dan wisatanya, akan tetapi menyayangkan pengelolaan masalah sampah dan kemacetan di Bali yang masih belum tertata.