PENDUGAAN STOK IKAN DI SUNGAI KAPUAS, KALIMANTAN BARAT

PENDUGAAN STOK IKAN DI SUNGAI KAPUAS, KALIMANTAN BARAT
复制标题

PENDUGAAN STOK IKAN DI SUNGAI KAPUAS, 加里曼丹巴拉特

DOI:
--
复制
发表时间:
2017
期刊:
影响因子:
--
通讯作者:
Suslo Adjie
Suslo Adjie
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
A. D. Utomo;Suslo Adjie

文献摘要

被引文献

相似文献

加里曼丹河是一个非常复杂和安全的生态系统。这条卡普阿斯河可以从石油、石油和天然气中获得足够的水资源。因此,在本研究中,我们发现了四眼鲷(Datniodes quadrifsciatus)、台湾硬鲷(Scleropags formosus)、大鳍长鳍鲷(Macrochirichthys macrochirus)和小鳞长鳍鲷(Rohteichthys microlepis)。这是因为2006年7月和2006年12月在卡普阿斯河采取了一种保护措施。有争议的地方是庞蒂亚克河的卡普阿斯河,卡普阿斯河和塔扬河,还有桑塔伦河的班吉兰河和恩潘高河的另一条河。要想获得真正的组合,就必须通过统计员的调查和分析。Pontianak和Muara Jungkat的库存量为1.847 ind./哈,塔扬河上的卡普阿斯河和阿奈河上的马辛河分别是157和403号。哈,从1.087 - 1.634个百分点/哈,丹瑙恩潘高的平均值为5.708。/ Ha.主要分布在泰国的毛鳍隐鳍鱼(Kryptopterus trichopterus)和细鳍隐鳍鱼(Mystus nemurus)、截形钝唇鱼(Amblyrhycnchithys truncatus)和黑肋骨唇鱼(Osteochilus melanopleura)、长吻唇鱼(Labiobabrus spp.),Sepat(Trichogaster trichopterus)、dan toman(Channa micropeltes)、serta di Danau Empangau yaitu entukan(Thynnichthys thynnoides)、umpan(Puntius waandersii)、dan biawan(Helostoma temminckii)。这条河受到农业、种植园和采矿等其他部门的压力。一些鱼类,如林戈(Datniodes quadrifsciatus),柔鱼(硬鲷formosus),belantau(Macrochirichthys macrochirus),和kapas(Rohteichthys microlepis)的危险。2006年7月和12月在卡普阿斯河进行了一项利用声学方法进行鱼类资源评估的研究。本研究中选择的位置是从Pontianak到Muara Jungkat的下游,Kapuas河及其支流Tayan地区周围的Sentarum洪泛区(Empangau牛轭湖)。下游部分的平均鱼类种群为1,847 ind./哈,在主要河流及其支流的塔扬周围为157 ind./ Ha和403在Sentarum中分别为1,087 - 1,634 ind./ Ha和Empangau湖为5,708 ind./ Ha.从坤甸到Muara Jungkat的鱼类优势种为sengarat(Kryptopterus sp.)和baung(Mystus nemurus),塔扬的是kotol mulut(Amblyrhycnchichthys truncatus)和kelabau(Osteochilusmelanopleura),Sentarum的是bauk(Labiobabrus spp.)Sepat(Trichogaster trichopterus)和toman(Channa micropeltes),而Empangau湖则为entukan(Thinnichthys thynnoides)、umpan(Puntius waandersii)和biawan(Helostoma temminckii)。
Sungai Kapuas, Kalimantan Barat mempunyai tipe ekosistem yang kompleks dan keanekaragaman jenis ikan tinggi. Sungai Kapuas ini sudah mendapat tekanan dari luar terutama dari pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Akibatnya, beberapa jenis ikannya sudah mulai langka antara lain ringo (Datniodes quadrifsciatus), siluk (Scleropags formosus), belantau (Macrochirichthys macrochirus), dan kapas (Rohteichthys microlepis). Suatu kajian stok ikan dengan menggunakan metode akustik dilakukan pada bulan Juli dan Desember 2006 di Sungai Kapuas. Lokasi yang diambil adalah ruas Sungai Kapuas dari Pontianak ke hilir sampai Muara Jungkat, ruas Sungai Kapuas dan ruas anak sungainya sekitar Tayan, ruas anak sungai perairan banjiran di kawasan Sentarum dan satu buah danau sungai mati yaitu Danau Empangau. Untuk mengetahui komposisi jenis ikan, pengambilan contoh ikan dilakukan dan hasil tangkapan dicatat oleh enumerator. Stok ikan di hilir antara Pontianak dan Muara Jungkat adalah 1.847 ind./Ha, di Tayan pada sungai Kapuas dan anak sungainya masing-masing adalah 157 dan 403 ind./Ha, di kawasan Sentarum berkisar 1.087 - 1.634 ind./Ha, dan di Danau Empangau adalah 5.708 ind./Ha. Jenis ikan yang mendominansi di perairan antara Pontianak ke Muara Jungkat yaitu sengarat (Kryptopterus trichopterus) dan baung (Mystus nemurus), di Tayan yaitu kotol mulut (Amblyrhycnchichthys truncatus) dan kelabau (Osteochilus melanopleura), di kawasan Sentarum yaitu bauk (Labiobabrus spp.), sepat (Trichogaster trichopterus), dan toman (Channa micropeltes), serta di Danau Empangau yaitu entukan (Thynnichthys thynnoides), umpan (Puntius waandersii), dan biawan (Helostoma temminckii).  Kapuas River, West Kalimantan has various ecosystem types and high fish biodiversity. This river has been pressured by other sectors such as agriculture, plantation, and mining. Some of fish species such as ringo (Datniodes quadrifsciatus), siluk (Scleropags formosus), belantau (Macrochirichthys macrochirus), and kapas (Rohteichthys microlepis) endanger. A study on fish stock assessment using accoustic methods was done on July and December 2006 in Kapuas River. The locations selected in this study were down stream from Pontianak to Muara Jungkat, segment of Kapuas River and its tributary around Tayan area, in segment of Sentarum floodplains (Empangau oxbow lake). Average fish stock in downstream segment was 1,847 ind./Ha, around Tayan in main river and its tributary was 157 ind./Ha and 403, respectively, in Sentarum ranged 1,087 - 1,634 ind./Ha and in Empangau Lake was 5,708 ind./Ha. Fish species dominance from Pontianak to Muara Jungkat was sengarat (Kryptopterus sp.) and baung (Mystus nemurus), in Tayan was kotol mulut (Amblyrhycnchichthys truncatus) and kelabau (Osteochilusmelanopleura), in Sentarum was bauk (Labiobabrus spp.), sepat (Trichogaster trichopterus), and toman (Channa micropeltes), and in Empangau Lake were entukan (Thinnichthys thynnoides), umpan (Puntius waandersii), and biawan (Helostoma temminckii).