POPULASI BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus Linnaeus, 1766) DI EKOSISTEM SAVANA, TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR (Population Phoenix Birds (Pavo muticus Linnaeus, 1766) in Savanna Ecosystem, Baluran National Park, East Java)

POPULASI BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus Linnaeus, 1766) DI EKOSISTEM SAVANA, TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR (Population Phoenix Birds (Pavo muticus Linnaeus, 1766) in Savanna Ecosystem, Baluran National Park, East Java)
复制标题

POPULASI BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus Linnaeus, 1766) DI EKOSISTEM SAVANA, TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR (东爪哇巴鲁兰国家公园稀树草原生态系统中的凤凰鸟种群 (Pavo muticus Linnaeus, 1766))

DOI:
10.20886/jphka.2011.8.1.13-24
复制
发表时间:
2011
期刊:
--
影响因子:
--
通讯作者:
R. Sawitri
R. Sawitri
中科院分区:
--
文献类型:
--
作者:
M. Takandjandji;R. Sawitri

文献摘要

被引文献

相似文献

印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,印尼的经济学者们认为,Penelitian ini bertujuan menyediakan的数据和信息是关于生物生态学的(Pavo muticus Linnaeus, 1766), sehinga patat diacu dalam pengembangan penangkaran。Penelitian dilakukan melalalan pengamatan langsongdi生境hutan konservasi。哈西尔penelitian menunjukkan bahwa生境burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) .热带稀树草原bertenger 4-25 m。Pakan burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) berupa bunga, buah, biji rumpit -rumputan, dan tumbuhan bawah。6. Populasi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) di ekokosystem savana Bekol dan Bama, Taman national Baluran selama tahun 1988-2007 mengalami penurunan 48%, tetpi性别比例jantan danbetina sekitar 1:1。(1)彭氏植物栖息地、生态系统、热带稀树植物perlu dilakukan agar populasi burung merak hiung (Pavo muticus Linnaeus, 1766)Penangkaran burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) perlu dioptimalkan dengan成员perhatikan aspk bioekologi agar dapat menapai keberhasilan Penangkaran。
Beberapa jenis satwaliar langka yang ada di Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk hidup (sebagai satwa pelihara untuk kepentingan ekowisata) di antaranya adalah burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766). Penelitian ini bertujuan menyediakan data dan informasi ilmiah tentang bio-ekologi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766), sehingga dapat diacu dalam pengembangan penangkaran. Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung di habitat hutan konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) pada dataran rendah berupa ekosistem savana dengan ketinggian bertengger 4-25 m. Pakan burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) berupa bunga, buah, biji rumput-rumputan, dan tumbuhan bawah. Populasi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) di ekosistem savana Bekol dan Bama, Taman Nasional Baluran selama tahun 1988-2007 mengalami penurunan 48%, tetapi sex ratio jantan dan betina sekitar 1:1,6. Pengelolaan habitat pada ekosistem savana perlu dilakukan agar populasi burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) di Taman Nasional Baluran terus meningkat, melalui pemberantasan tanaman invasif Acacia nilotica (L.) yang dapat mengganggu pertumbuhan tumbuhan bawah sebagai sumber pakan burung. Penangkaran burung merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) perlu dioptimalkan dengan memperhatikan aspek bio-ekologi agar dapat mencapai keberhasilan penangkaran.